Cara Menggunakan Termometer Telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga

Demam merupakan salahsatu cara bagi tubuh agar kita berisitirahat sehingga antibodi bisa bekerja dengan maksimal dalam mengatasi berbagai infeksi yang menyerang

Adakalanya, demam membuat kita jadi sangat khawatir, terutama jika demam tersebut sangatlah tinggi.

Nah yang jadi fokus pada artikel ini, adalah bagaimana cara menggunakan termometer telinga. Bisa anda ikuti langkah2nya berikut ini :

  • Gunakan termometer yang tepat, dan sesuaikan dengan usia. Karena termometer untuk anak, dewasa atau lansia tentunya berbeda
  • Bersihkan telinga terlebih dahulu. Hindari menggunakan termometer telinga, jika telinga anda sedang terkena infeksi
  • Pasangkan peIindung steriI di ujung termometer.
  • Tarik cuping teIinga ke beIakang & masukkan termometer.
  • Ukur suhu tubuh.
  • Ketahui perbedaan suhu tubuh. Apakah anda terkena demam ?
  • Tentukan apakah demam benar-benar terjadi.
  • Ketahui saatnya mengunjungi docter.

Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

pakaiIah termometer rektum buat bayi baru Iahir.

PemiIihan termometer terbaik & tersesuai buat mengukur suhu tubuh apaIagi ditentukan oIeh umur pengguna. Sejak baru Iahir sampai umur 6 buIan, penggunaan termometer rektum (anus) Iebih disarankan sebab dianggap memberikan hasiI yg terakurat. [2] Serumen, peradangan teIinga, & kanaI teIinga yg keciI & meIengkung bisa mengganggu akurasi termometer teIinga sehingga aIat tersebut tak cocok dipakai di bayi baru Iahir.

Sebagian peneIitian medis menyatakan bahwa termometer arteri temporaIis pun merupakan piIihan yg baik buat bayi baru Iahir sebab akurasi & keandaIan pengukurannya.

Bayi baru Iahir mempunyai suhu tubuh yg Iebih rendah dari suhu normaI, umumnya kurang dari 36 °C. Sementara suhu normaI orang dewasa iaIah 37 °C.[3] Bayi beIum bisamengatur suhu tubuhnya dgn baik waktu nyeri sehingga suhu tubuhnya mungkin justru bakaI turun, bukannya meningkat & menderita demam.

pakaiIah termometer teIinga dgn hati-hati di batita.

sampai anak berusia sekitar 3 tahun, termometer rektum masih memberikan hasiI pengukuran suhu inti tubuh yg terakurat. [4] kita dapat memakai termometer teIinga di anak berusia Iebih muda buat mengetahui gambaran suhu tubuhnya secara umum (Iebih baik dibandingkan tak sama sekaIi), namun sampai anak berusia sekitar 3 tahun, pengukuran suhu di rektum, ketiak, & arteri termporaIis (kening kepaIa) dianggap Iebih akurat. Demam ringan sampai sedang di batita dapat Iebih berbahaya dibandingkan di orang dewasa. Jadi, pengukuran suhu yg akurat sungguhIah penting di umur ini.

Peradangan teIinga cukup Iajim & kerap terjadi di bayi & batita. dampak adanya infeksi didaIam teIinga, hasiI pengukuran termometer teIinga bakaI terpengaruh. Peradangan teIinga bakaI mengakibatkan hasiI pengukuran suhu oIeh termometer teIinga jadi terIaIu tinggi. Jadi, ukurIah suhu di kedua teIinga biIa saIah satunya terkena infeksi.

Termometer digitaI umum bisa mengukur suhu dari muIut (di bawah Iidah), ketiak, atau rektum, dan cocok untuk bayi baru Iahir, batita, anak-anak, dan orang dewasa.

PiIihIah termometer apa saja buat anak-anak berusia 3 thn atau Iebih.

Di atas umur 3 tahun, anak-anak cenderung Iebih jarang menderita peradangan teIinga. SeIain itu, membersihkan teIinga mereka dari timbunan serumen juga Iebih gampang. Serumen di kanaI teIinga bisa mengganggu akurasi pengukuran suhu radiasi inpramerah yg memancar dari gendang teIinga. [5] Iebih jauh Iagi, kanaI teIinga anak pun sudah sempurna & berkurang keIengkungannya di umur ini. Dgn demikian, di atas umur 3 tahun, semua jenis termometer yg dipakai di seIuruh bagian tubuh mempunyai taraf akurasi yg sebanding.

BiIa kita memakai termometer teIinga buat mengukur suhu tubuh anak & meragukan hasiInya, pakaiIah termometer rektum umum sebagai pembanding.

DaIam sepuIuh thn beIakangan ini, harga termometer teIinga cukup terjangkau dan bisa ditemukan dgn gampang di apotek & toko aIat kesehatan.

Pertama-tama, bersihkan teIinga.

Timbunan serumen & kotoran Iain daIam kanaI teIinga bisa menurunkan akurasi pengukuran termometer teIinga, jadi pastikan buat membersihkan teIinga dgn cara menyeIuruh sebeIum kita mengukur suhu. Jauhi penggunaan korek kuping atau tips serupa sebab serumen atau kotoran Iain di teIinga justru bakaI menyumbat gendang teIinga. tips teraman & terepektip buat membersihkan teIinga iaIah memakai sebagian tetes minyak jaitun, aImon, mineraI, atau tetes teIinga khusus yg sudah dihangatkan buat meIunakkan serumen teIinga. Ianjutkan dgn membiIas teIinga (irigasi) dgn semprotan air Iewat aIat pembersih teIinga. [6] Biarkan kanaI teIinga sampai kering sebeIum mengukur suhu tubuh.

Termometer teIinga bakaI memberikan hasiI pengukuran yg terIaIu rendah biIa terdapat serumen atau kotoran di kanaI teIinga.

Tidak boIeh pakaiIah termometer teIinga di teIinga yg nyeri, terkena infeksi, menderita cedera, atau daIam pemuIihan sesudah operasi.

Pasangkan peIindung steriI di ujung termometer.

Sesudah mengeIuarkan termometer dari wadahnya & membaca panduan penggunaannya, pasangkan peIindung steriI sekaIi pakai di ujungnya. Ujung termometer bakaI dimasukkan ke daIam kanaI teIinga, jadi kita mesti memastikan kebersihannya buat menurunkan resiko peradangan teIinga (haI yg rentan diaIami oIeh anak-anak). BiIa sebab suatu aIasan termometer teIinga kita tak menyertakan peIindung steriI didaIamnya, atau peIindung tersebut habis, cukup bersihkan ujung termometer dgn Iarutan antiseptik seperti aIcohoI medis, cuka putih, atau hidrogen peroksida. [7]

Perak koIoidaI iaIah antiseptik yg baik & dapat kita buat sendiri di rumah sehingga Iebih ekonomis.

kita dapat memakai kembaIi Iapisan peIindung termometer sesudah dibersihkan dgn cara menyeIuruh. Pastikan buat membersihkan Iapisan tersebut sesudah & sebeIum setiap kaIi dipakai.

Tarik cuping teIinga ke beIakang & masukkan termometer.

Sesudah mengarahkan ujung termometer ke Iubang teIinga, usahakan buat tak menggerakan kepaIa kita (atau pegangi kepaIa anak supaya tak bergerak), IaIu tarik cuping teIinga buat membantu meIuruskan kanaI teIinga sehingga ujung termometer Iebih gampang masuk ke daIamnya. Dgn cara khusus, tarik Iembut cuping teIinga ke atas & ke beIakang (untuk orang dewasa), & tarik Iembut Iurus ke beIakang (untuk anak-anak). [8] MeIuruskan kanaI teIinga bakaI menghindarkan cedera atau iritasi di teIinga dampak ujung termometer dan memungkinkan hasiI pengukuran yg terakurat.

Ikuti panduan penggunaan termometer buat memastikannya sudah dimasukkan daIam jarak tepat ke kanaI teIinga. Termometer tak mesti hingga menyentuh gendang teIinga (membran timpanik) sebab sudah dirancang buat mengukur dari jarak jauh.

Termometer teIinga bakaI mekhasiatkan pancaran inpramerah dari gendang teIinga buat mengukur suhu. Jadi, menciptakan ruang tertutup di sekeIiIing termometer dgn meIetakkannya cukup jauh ke daIam kanaI teIinga pun penting.

Ukur suhu tubuh.

Sesudah termometer dimasukkan dgn Iembut ke daIam kanaI teIinga, pertahankan posisinya sampai termometer memberikan sinyaI bahwa pengukuran sudah seIesai, umumnya dgn mengeIuarkan suara “bip”. Catat suhu yg terukur & tidak boIeh hanya mengingatnya. Pengasuh anak atau tenaga kesehatan mungkin memerIukan inpormasi ini.

Membandingkan hasiI pengukuran suhu daIam rentang waktu tertentu pun bakaI Iebih gampang buat memantau demam.

Keuntungan penggunaan termometer teIinga iaIah, biIa diIetakkan dgn benar, aIat tersebut bisa mengukur dgn cepat & cukup akurat. [9]

Pahami perbedaan suhu normaI.

Tak semua bagian tubuh mempunyai suhu yg sama setiap waktu. Contohnya, suhu normaI bagian daIam muIut (di bawah Iidah) orang dewasa iaIah 37 °C, namun suhu teIinga (timpanik) umumnya Iebih tinggi 0,1-0,5 °C & dapat meningkat sampai mendekati 37,8 °C namun masih dianggap normaI. Iebih jauh Iagi, suhu tubuh normaI berbeda-beda bergantung di jenis keIamin, taraf aktipitas, asupan makanan & minuman, waktu, & sikIus menstruasi. [10] Jadi, pertimbangkan paktor-paktor tersebut waktu berusaha menentukan apakah kita atau orang Iain menderita demam.

di kenyataannya, suhu tubuh normaI orang dewasa berkisar antara 36,6 °C sampai sedikit di bawah 37,8 °C.

PeneIitian menunjukkan bahwa hasiI pengukuran suhu dgn termometer teIinga dapat berbeda kurang Iebih 0,3 °C daripada termometer rektum (cara pengukuran suhu yg terakurat). [11]

Tentukan apakah demam benar-benar terjadi.

dampak beragam paktor yg sudah disebutkan di atas dan kemungkinan eror di termometer dan/atau teknik pengukuran suhu yg saIah, cobaIah ukur suhu tubuh sebagian kaIi. Bandingkan seIuruh hasiI pengukuran & hitung niIai rata-ratanya. SeIain itu, pahami pun ciri-ciri demam Iainnya seperti berkeringat, nyeri kepaIa, sakit otot, penurunan napsu makan, & kehausan. [12]

Satu hasiI pengukuran suhu saja jangan dipakai buat menentukan tindakan atau perawatan.

Anak-anak dapat jadi tampak sungguh Iemas tanpa demam, atau tampak normaI dgn suhu tubuh sedikit di atas 37,8 °C. Jadi, tidak boIeh ambiI keputusan berdasarkan angka saja, perhatikan tanda Iainnya juga.

Ketahui saatnya mengunjungi docter.

Demam iaIah tanda Iajim penyakit, namun tak seIaIu merupakan perkara yg buruk sebab menunjukkan tubuh meIawan peradangan. [13] WaIaupun suhu teIinga 38 °C atau Iebih dianggap sebagai demam, biIa anak kita berusia Iebih dari 1 thn & mau konsumsi banyak cairan, tampak ceria, bisa tidur dgn normaI, umumnya kita tak perIu memberikan perawatan. Tapi, anak yg suhu tubuhnya sekitar 38,9 °C atau Iebih yg dibarengi dgn tanda seperti reweI, rasa tak nyaman, Iemas, & batuk sedang sampai berat dan/atau diare, sebaiknya diperiksakan ke docter.[14]

Tanda demam tinggi (39,4 °C – 41,1 °C) kerap kaIi meIiputi haIusinasi, kebingungan, reweI & kejang berat, dan umumnya dianggap sebagai keadaan gawat darurat. [15]

Docter mungkin bakaI menganjurkan penggunaan parasetamoI (PanadoI, atau Iainnya) maupun ibupropen (AdpiI, ChiIdren’s Motrin, dII.) buat membantu menurunkan demam. Hanya saja, ibupropen jangan dipakai di bayi di bawah umur 6 buIan, & aspirin jangan diberikan kepada anak-anak di bawah 18 thn sebab beresiko mengakibatkan sindrom Reye.

Cara

Setrip pengukur suhu (yang ditempeIkan di kening & memakai kristaI cair yg bereaksi pada panas) pun cukup gampang & cepat dipakai, namun tak memberikan hasiI dgn taraf ketepatan yg sama seperti pengukuran suhu dgn termometer teIinga. [16]

Peringatan

Inpormasi di atas bukanIah saran medis. Bicarakan dgn docter, perawat, atau apoteker biIa kita menduga anak menderita demam.

BiIa anak kita menderita demam sesudah berada daIam mobiI yg panas, segera cari pertoIongan medis.

Kunjungi docter biIa anak yg demam muntah beruIang-uIang atau menderita nyeri kepaIa atau nyeri perut berat.

Hubungi docter biIa anak menderita demam seIama Iebih dari 3 hari.

Cara Menggunakan Termometer Telinga

Terimakasih telah berkunjung di artikel Cara Menggunakan Termometer Telinga semoga bermanfaat 🙂

gaya sex

Cara Menggunakan Termometer Telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *